Padang Pariaman – Ribuan peziarah memadati Masjid Agung Syekh Burhanuddin, Nagari Ulakan, Kamis (29/1/2026), menyambut semarak Ramadan. Tradisi “menilik bulan” dan ziarah ke makam ulama besar menjadi magnet utama.
Fenomena religi tahunan ini membawa berkah ekonomi bagi warga lokal. Banyak pedagang yang memanfaatkan momen ini untuk berjualan di sekitar masjid.
Peziarah datang dari berbagai daerah, termasuk Medan, Jambi, Bengkulu, Pekanbaru, bahkan Malaysia.
Sri, seorang pedagang setempat, mengungkapkan momen ini sangat membantu perekonomiannya. Pendapatannya melonjak drastis dibandingkan hari biasa.
“Jika hari biasa kami hanya mengandalkan pembeli lokal, saat tradisi menilik bulan, barang dagangan lebih cepat habis,” ujarnya.
Lapak kuliner dan cendera mata berjejer ramai di sepanjang jalan menuju masjid dan makam.
Sala lauak menjadi primadona kuliner yang dijajakan. Kebutuhan logistik peziarah, seperti air mineral, juga laris manis.
Yarni, pedagang sate keliling, menuturkan jumlah pengunjung tahun ini sedikit menurun.
“Mungkin karena kendala cuaca, terutama banjir yang sempat melanda beberapa wilayah,” katanya.
Tradisi ziarah di Masjid Agung Syekh Burhanuddin tetap menjadi pilar ekonomi penting bagi masyarakat Nagari Ulakan. Aktivitas religi ini terbukti mampu menjaga roda ekonomi masyarakat tetap berputar.
Peningkatan aktivitas ekonomi ini diharapkan memberikan dampak kesejahteraan jangka panjang bagi para pedagang kecil dan UMKM di kawasan tersebut.












