Jakarta – Isu penutupan Tokopedia dan penggantiannya dengan TikTok Shop tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kabar ini mencuat setelah sebuah unggahan dari akun @ecommurz di platform X.
Akun tersebut, yang dikenal sering membagikan informasi seputar startup, menyebutkan adanya rencana penghapusan aplikasi Tokopedia.
“Words from friends in Tokopedia, they going to kill Tokopedia app and TikTok Shop will have their own separated app,” tulis akun tersebut pada Kamis (29/1).
Menanggapi isu yang beredar, TikTok menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia.
“Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan,” ujar juru bicara TikTok, Jumat (30/1), seperti dikutip dari CNBCIndonesia.
Kabar ini muncul tak lama setelah TikTok mengganti Melissa Sisa Juminto dari posisi CEO Tokopedia menjadi komisaris. Melissa sendiri telah memimpin Tokopedia sejak didirikan oleh William Tanuwijaya.
GoTo diketahui menjual 75 persen saham Tokopedia ke ByteDance, induk usaha TikTok, pada Januari 2024.
Sejak akuisisi, beredar informasi bahwa sekitar 420 karyawan Tokopedia telah terkena PHK hingga Agustus 2025.
Pada Agustus lalu, sebanyak 240 pekerja dirumahkan, setelah sebelumnya perusahaan mengurangi 180 karyawan pada Juli. Pemangkasan tenaga kerja ini disebut-sebut mencakup berbagai divisi.
TikTok juga sempat diterpa isu pemberian insentif khusus berupa subsidi iklan hingga 30 persen bagi pedagang China yang berjualan di TikTok Shop. Namun, insentif serupa dikabarkan tidak diberikan kepada pedagang Indonesia.
Menurut data Sensor Tower, Tokopedia saat ini menduduki peringkat ketiga sebagai aplikasi retail dengan jumlah unduhan terbanyak di Indonesia. Sementara TikTok, yang dikategorikan sebagai aplikasi media sosial, masih menjadi aplikasi dengan jumlah unduhan paling banyak di Tanah Air.
Meskipun dikategorikan sebagai aplikasi media sosial, TikTok mencatatkan nilai transaksi paling besar di Indonesia. Berdasarkan pendapatan, TikTok diikuti oleh Google One, Vidio, Facebook, dan Capcut.












