Medan – Kabar gembira untuk warga Sumatera Utara! Ketersediaan pangan di provinsi ini dipastikan aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Bahkan, sejumlah komoditas pokok dilaporkan mengalami surplus.

Data produksi menunjukkan stok beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng melimpah, melebihi kebutuhan masyarakat.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan perbandingan produksi dan kebutuhan menunjukkan surplus pada hampir semua komoditas.

Sebelumnya, cabai merah sempat menjadi biang kerok inflasi di Sumut pada Oktober 2025.

Pemprov Sumut bergerak cepat dengan mendatangkan pasokan cabai dari Jawa Timur untuk menstabilkan harga.

“Seiring masuknya masa panen, tekanan harga cabai merah pun mereda dan tidak lagi menjadi penyumbang inflasi,” jelas Bobby, Sabtu (31/1/2026).

Pemprov Sumut telah menjalankan 11 aksi cepat pengendalian inflasi.

Aksi tersebut meliputi pembagian gratis komoditas penyumbang inflasi, bundling beras SPHP murah dengan cabai merah, percepatan bantuan pangan, pasar murah, intervensi tata niaga, sidak pasar, dan pemantauan distribusi pangan.

Selain itu, Pemprov Sumut memperkuat kerja sama antardaerah, menugaskan BUMD mengelola cabai dan bawang merah, mengantisipasi kebutuhan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta menetapkan toko pantau inflasi di sejumlah wilayah.

Ke depan, Pemprov Sumut berencana membangun tiga unit cold storage di daerah sentra produksi dan wilayah konsumsi.

Pembangunan solar dryer dome juga akan dilakukan di beberapa daerah untuk mendukung pengolahan dan ketahanan pangan di Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *