Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,7 persen pada tahun 2026.

Target ini dinilai realistis meski menantang oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat, Mohamad Abdul Madjid Ikram.

Ia menekankan pentingnya pengembangan sektor nontradisional sebagai kunci pendorong pertumbuhan ekonomi.

“Sektor jasa kesehatan, pariwisata, data center, dan energi terbarukan memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan,” ujarnya saat Dialog Ekonomi Sumbar 2026 di Padang.

Sektor pertanian dan perkebunan dinilai kontribusinya semakin terbatas.

Meski begitu, kedua sektor ini tetap penting dalam menjaga ketahanan pangan dan penghidupan masyarakat.

Namun, produktivitas dan nilai tambah sektor pertanian dan perkebunan cenderung melambat.

Diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi menjadi langkah yang tak terhindarkan.

Penguatan sektor jasa kesehatan diharapkan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kualitas layanan publik.

Sektor pariwisata juga memberikan efek berganda bagi sektor transportasi, perhotelan, dan usaha mikro.

Pengembangan data center dan energi terbarukan sejalan dengan transformasi ekonomi nasional dan global.

Kedua sektor ini menjanjikan nilai ekonomi tinggi serta mendorong pembangunan berkelanjutan.

Dengan strategi tepat dan kebijakan konsisten, Sumbar diharapkan memperkuat struktur ekonomi daerah dan mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,7 persen pada 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *