Jakarta – Singapura semakin serius menatap potensi ekonomi luar angkasa. Negeri Singa itu akan membentuk Badan Antariksa Nasional Singapura (NSAS) pada April 2026.

Pembentukan NSAS ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi ekonomi luar angkasa yang diperkirakan mencapai US$1,8 triliun pada tahun 2035. Angka ini melonjak tajam dari US$630 miliar pada tahun 2023.

Menteri Energi dan Sains dan Teknologi Singapura, Tan See Leng, mengumumkan langsung rencana pendirian NSAS. Badan ini akan menjadi garda depan Singapura dalam meraih peluang di sektor antariksa.

“Bagi Singapura, perjalanan kami di bidang teknologi luar angkasa sudah berlangsung lebih dari 50 tahun,” kata Tan, dalam keterangan resmi.

NSAS akan fokus mengembangkan aplikasi teknologi luar angkasa untuk kebutuhan nasional dan regional. Selain itu, badan ini juga bertugas melindungi aset Singapura di lingkungan luar angkasa.

Saat ini, Singapura memiliki tiga satelit pengamatan Bumi yang dioperasikan bersama ST Engineering.

“Kami akan membentuk pusat operasi multi-lembaga untuk mendukung lembaga pemerintah dengan penugasan satelit dan analisis data geospasial khusus,” jelas Tan.

Pemanfaatan satelit diharapkan memberikan manfaat bagi berbagai sektor, mulai dari operasi pelabuhan, perencanaan kota, pemantauan lingkungan, hingga ketahanan pangan.

Singapura juga berencana menjajaki pengembangan konstelasi satelit untuk kebutuhan nasional dan penggunaan di sepanjang sabuk Khatulistiwa.

Untuk menjamin keamanan aset ruang angkasanya, Singapura akan membangun kemampuan kesadaran situasional ruang angkasa.

NSAS juga akan menyusun legislasi dan regulasi untuk sektor antariksa, mendukung inovasi dan bisnis, serta memenuhi standar keselamatan dan keberlanjutan antariksa.

Sejak 2022, Singapura telah mengalokasikan lebih dari US$157 juta untuk proyek penelitian dan pengembangan ruang angkasa melalui Program Pengembangan Teknologi Ruang Angkasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *