Jakarta – Karang gigi sering muncul tanpa disadari dan bisa berakibat fatal jika diabaikan. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat memicu masalah kesehatan serius.
Karang gigi terbentuk dari penumpukan plak yang mengeras pada gigi. Plak sendiri merupakan lapisan tipis yang berasal dari sisa makanan di dalam mulut.
Ada beragam faktor yang menyebabkan munculnya karang gigi. Mulai dari kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut, konsumsi makanan atau minuman tinggi gula, merokok, hingga efek samping kemoterapi.
Bakteri pada karang gigi dapat menyebabkan iritasi pada gusi dan gigi. Jika dibiarkan, iritasi ini bisa memicu radang gusi (gingivitis) yang berkembang menjadi periodontitis.
Periodontitis adalah penyakit yang menyebabkan tanggalnya gigi serta kerusakan tulang dan jaringan di sekitar gigi.
Lebih jauh lagi, penyakit ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke jika tidak segera diobati.
Namun, pembentukan karang gigi sebenarnya bisa dicegah dengan beberapa langkah sederhana.
Sikat gigi dua kali sehari selama dua menit. Gunakan benang gigi (dental floss) minimal sekali sehari untuk membersihkan sela-sela gigi.
Selain itu, kurangi konsumsi gula dan perbanyak minum air putih. Hentikan juga kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol.
Jika karang gigi sudah terlanjur terbentuk, segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk pembersihan profesional.












