Makassar – Tim SAR gabungan tengah menyelidiki temuan serpihan yang diduga berasal dari pesawat ATR 42-500 di puncak Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Pesawat tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak di Maros.
Informasi penemuan serpihan ini diterima dari seorang pendaki pada Sabtu (17/1) pukul 16.33 WITA.
“Kami tidak bisa memastikan apakah serpihan ini dari pesawat ATR tersebut,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, di Maros.
Setelah menerima laporan hilangnya pesawat, tim SAR gabungan langsung bergerak cepat.
Mereka melakukan briefing dan membagi tim menjadi tiga kelompok untuk memperluas area pencarian.
Proses pencarian terus dilakukan hingga malam hari, termasuk mengirimkan tim SAR ke puncak Gunung Bulusaraung.
Andi Sultan menjelaskan, kondisi cuaca di lokasi masih hujan dan perjalanan menuju puncak gunung membutuhkan waktu yang cukup lama.
Tim SAR juga masih menunggu konfirmasi dari pihak maskapai terkait identifikasi serpihan yang ditemukan.
“Kita masih menunggu, apakah betul pesawat ini sesuai dengan gambar sehingga bisa dipastikan pesawat ini adalah pesawat ATR,” imbuhnya.
Hingga saat ini, laporan penemuan serpihan pesawat ATR hanya diterima di Gunung Bulusaraung.
“Hanya di puncak Gunung Bulusaraung dan telah dimintai keterangan dari pendaki tersebut,” tegas Andi Sultan.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah Leang-leang, Maros, pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 13.17 Wita. Pesawat membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.












