Sawahlunto – Pengukuhan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (JKIP) Kota Sawahlunto diundur. Jadwal baru ditetapkan pada awal April 2026.
Penundaan ini dilakukan dari jadwal semula yang direncanakan pada 12 Februari 2026.
Salah satu alasan utama perubahan jadwal adalah pertimbangan memasuki bulan Ramadhan.
Keputusan ini diambil dalam rapat perdana JKIP yang dipimpin oleh Ketua JKIP Sawahlunto, Andrio An.
Pengukuhan rencananya akan dilakukan oleh pengurus JKIP Provinsi Sumatera Barat.
Selain pengukuhan, acara ini juga akan menjadi ajang sosialisasi JKIP kepada berbagai pihak.
Target sosialisasi meliputi pimpinan OPD, BUMD, BUMN, dinas instansi sektoral, lembaga, hingga masyarakat Sawahlunto.
“Jika memungkinkan, saat pengukuhan nanti, akan digelar juga hiburan di ruang publik kawasan Silo Heritage,” ujar Andrio.
Silo Heritage sendiri merupakan kawasan kuliner baru yang menjadi tempat relokasi pedagang kuliner dari Lapangan Segi Tiga Ombilin.
Namun, Andrio menambahkan, pelaksanaan hiburan tersebut masih bergantung pada ketersediaan dana.
Dengan adanya kegiatan lain, diharapkan pengukuhan JKIP dapat memberikan dampak positif bagi pedagang kecil di Sawahlunto.
“Itu kalau bisa dilaksanakan di Silo, sebab ada hiburan musik di sana dan akan menjadi titik kumpul masyarakat,” sebutnya.
Andrio menegaskan bahwa JKIP diisi oleh orang-orang hebat yang memiliki integritas, terutama para wartawan yang selama ini berkecimpung dalam mewartakan berbagai kejadian dan kegiatan pemerintah daerah.
Ia berharap JKIP dapat menjadi contoh bagi organisasi lain.
“Kita harus terbuka di dalam dulu baru kita bisa bicara soal JKIP di tengah masyarakat,” pungkasnya.












