Bandung Barat – Operasi pencarian korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus diintensifkan. Hingga kini, tim SAR gabungan masih berupaya mencari 27 korban yang dinyatakan hilang.

Namun, cuaca buruk menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Hujan ringan dan jarak pandang yang terbatas menghambat gerak tim SAR.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menjelaskan bahwa kondisi ini berdampak langsung pada efektivitas pencarian.

Demi keselamatan personel, area pencarian sempat dibatasi. Sektor A2 dan A3 bahkan sempat dihentikan sementara karena risiko longsor susulan.

“Berdasarkan asesmen potensi bahaya, terutama pada stabilitas mahkota longsor, sektor A2 dan A3 sempat kami hentikan sementara,” ujar Ade Dian, Kamis (29/1).

Setelah dilakukan evaluasi, sektor A1 dan A2 kembali dibuka dengan pengawasan ketat.

Pada hari kelima pencarian, tim SAR berhasil menemukan dua korban di sektor A2.

“Pada pukul 11.06 WIB kami menemukan satu body pack di work site A2, kemudian pada pukul 15.46 WIB kembali ditemukan satu body pack di lokasi yang sama,” ungkap Ade Dian.

Selain itu, kabut tebal juga menghambat pemantauan udara menggunakan drone.

Ade Dian mengingatkan bahwa kontur tanah di wilayah bencana tergolong labil dan mudah memicu longsor susulan, terutama saat hujan.

Data korban antara Posko SAR Gabungan dan Posko DVI terus diintegrasikan dan divalidasi.

Ditemukan selisih tiga body pack yang sudah tercatat di DVI namun belum masuk laporan Posko SAR Gabungan.

Hingga pukul 16.00 WIB, total 53 kantong jenazah (body pack) telah dievakuasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *