Jakarta – Industri teknologi tinggi di China mengalami pertumbuhan pesat pada akhir tahun 2025. Hal ini memicu peningkatan kebutuhan tenaga kerja, terutama di sektor robotik dan kecerdasan buatan (AI).

Data dari platform rekrutmen daring Zhaopin menunjukkan lonjakan signifikan. Lowongan kerja di sektor robotik melonjak 37,3 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025.

Kondisi ini didorong oleh konsep “new quality productive forces”. Konsep ini bertumpu pada teknologi mutakhir, efisiensi tinggi, dan inovasi berkelanjutan.

Sektor-sektor utama seperti teknologi informasi generasi terbaru, peralatan kelas atas, dan material baru menjadi motor utama peningkatan kebutuhan tenaga kerja.

Profesi teknisi commissioning dan debugging robot mencatat pertumbuhan tertinggi. Lonjakan lowongan mencapai 64,1 persen secara tahunan pada periode Oktober-Desember 2025.

Insinyur robot industri juga mengalami peningkatan signifikan, dengan pertumbuhan mencapai 60,6 persen.

Sektor AI juga menunjukkan pertumbuhan solid. Lowongan kerja di bidang AI meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Permintaan terbesar datang dari posisi terkait algoritma. Profesi insinyur algoritma mencatat lonjakan hingga 110,1 persen. Rata-rata gaji bulanan mencapai 25.236 yuan.

Ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy) juga mengalami perkembangan. Permintaan tenaga insinyur drone melonjak 59,4 persen secara tahunan.

Pemanfaatan drone meluas di berbagai bidang, mulai dari inspeksi, keamanan, hingga pertanian. Sektor ini mulai membentuk struktur kebutuhan talenta tersendiri.

Di luar sektor teknologi murni, layanan modern berbasis digital turut mencatat pertumbuhan kuat. Layanan gaya hidup daring mengalami kenaikan lowongan hingga 62,7 persen.

Bidang gim, layanan hewan peliharaan, serta perawatan lansia juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *