Bandung – Predator Gaming Indonesia (Acer) sukses menggelar Global Game Jam (GGJ) 2026 di Bandung, Jawa Barat. Ajang ini menjadi wadah bagi para pengembang game untuk berkreasi.
GGJ 2026 berlangsung dari 30 Januari hingga 1 Februari.
Marketing Communications Manager Acer Indonesia, Renaldy Felani, mengatakan Global Game Jam bukan sekadar kompetisi.
“Global Game Jam kini berperan sebagai ruang strategis untuk mendorong masa depan industri game nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).
Ajang ini bertujuan mempersiapkan pengembang game agar mampu bersaing di pasar global.
Industri pengembang game di Indonesia terus berkembang positif. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah pengembang independen, komunitas kreatif, serta talenta muda yang menembus pasar internasional.
“Menjawab momentum ini, Predator Gaming hadir dengan misi memberikan dukungan nyata melalui teknologi, ruang kolaborasi, dan exposure bagi para developer lokal,” imbuhnya.
Predator Gaming menyediakan perangkat gaming berperforma tinggi untuk menunjang pengembangan game selama 48 jam. Selain itu, Predator Gaming menghadirkan area showcase agar hasil karya peserta dapat dinikmati publik.
Kehadiran Predator Gaming terintegrasi dalam berbagai aktivitas acara, mulai dari game jam, talkshow, workshop, hingga sesi showcase dan podcast bersama mentor serta praktisi industri.
Dua laptop gaming yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan pengembang game lokal dihadirkan, mulai dari eksplorasi ide hingga penyempurnaan game.
Predator Helios Neo 16S AI dengan dukungan Intel Core ultra Processors hadir untuk mendukung workflow pengembang game yang kompleks.
Sementara itu, Nitro V15 dengan kartu grafis RTX 50 Series hadir dengan layar refresh rate tinggi, memberikan akses performa grafis modern yang lebih inklusif.
Tahun ini, Global Game Jam mencatat 200 peserta yang tergabung dalam puluhan tim. Targetnya, tercipta sekitar 40 game baru selama acara berlangsung.












