Jakarta – Pemerintah bergerak cepat mengatasi kekosongan jabatan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah membentuk Panitia Seleksi (Pansel) untuk memilih pimpinan OJK yang baru.

Pansel bertugas menyeleksi tiga posisi strategis. Yaitu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wakil Ketua DK OJK, dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK).

“Ada, sudah kita mulai. Kita mulai prosesnya hari ini,” ujar Purbaya usai rakornas Kepala Daerah di SICC, Kabupaten Bogor, Senin (2/2).

Pemerintah menargetkan proses seleksi pimpinan OJK dipercepat. Pejabat OJK definitif diharapkan dapat ditetapkan dalam dua minggu ke depan.

“Kita mau percepat lah, seminggu, dua minggu harus ada ketua OJK baru yang definitif,” imbuhnya.

Menkeu meyakini, pasar modal akan kembali bergairah setelah pejabat baru OJK ditetapkan. Ia mengklaim, penurunan tajam IHSG belakangan ini di luar prediksinya karena pasar masih menunggu kepastian sosok pemimpin OJK.

“Saya pikir bentar lagi juga naik (IHSG). Pansel kan mulai dimulai sekarang kan? Dimulai prosesnya hari ini sudah mulai jalan. Mungkin dalam waktu dua minggu paling lambat kita punya Ketua OJK baru,” pungkasnya.

Sebelumnya, pasar modal Indonesia diterpa sentimen negatif setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia.

Kebijakan itu meliputi pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.

Akibatnya, IHSG anjlok 8 persen pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1), yang menyebabkan penghentian perdagangan sementara (trading halt).

Kondisi ini memicu pengunduran diri direktur Utama BEI Iman Rachman.

Pengunduran Iman diikuti oleh pengunduran massal empat pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *