Pekalongan – Banjir melanda Kota Pekalongan, Jawa Tengah, dan kondisinya semakin memprihatinkan. Ketinggian air dilaporkan terus meningkat, bahkan mencapai leher orang dewasa di beberapa wilayah.

Warga yang sebelumnya memilih bertahan di rumah, kini mulai mengungsi mencari tempat yang lebih aman.

Wilayah Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, menjadi daerah yang terdampak paling parah. Hujan deras yang mengguyur hingga Minggu (18/1) dini hari menyebabkan banjir meluas hingga lebih dari satu meter.

Yusnia (40), seorang warga Tirto, menuturkan bahwa banjir kali ini jauh lebih parah dibandingkan hari sebelumnya. Air tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga sudah masuk ke rumah-rumah warga.

“Parah sekarang. Kalau kemarin agak mendingan, sekarang air sudah masuk semua ke rumah,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketinggian air di dalam rumah mencapai sekitar lutut orang dewasa, sementara di jalan bisa mencapai leher. Akibatnya, aktivitas warga lumpuh total.

Banjir mulai naik sekitar pukul 01.30 WIB setelah hujan kembali turun sejak malam. Sebagian besar warga pun memilih mengungsi.

Masduki (65), warga lainnya, juga merasakan dampak yang sama. Meski lantai rumahnya sudah ditinggikan sekitar 80 cm, banjir tetap masuk.

“Semalam hujan deras, terus air sedikit sedikit naik dan masuk ke rumah. Air di dalam rumah sekitar 1 meter lebih,” katanya.

Ia akhirnya memutuskan untuk mengungsi bersama keluarganya. Warga berharap ada bantuan dan penanganan cepat dari pihak terkait, mengingat debit air masih tinggi dan hujan berpotensi kembali turun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *