Simpang Empat – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) akan menyelenggarakan sensus ini.
Dukungan ini bertujuan untuk memastikan data ekonomi yang akurat tersedia. Data ini akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan daerah.
Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, menegaskan pentingnya kolaborasi ini saat menerima kunjungan Kepala BPS Pasaman Barat, Dwi Susanti, Rabu (4/2/2026).
Doddy menjelaskan, data dari sensus ini sangat strategis. Data ini akan memetakan kondisi usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat secara riil.
“Pemerintah daerah siap mendukung penuh,” tegas Doddy. “Hasil sensus ini nantinya akan menjadi rujukan utama bagi Pemkab dalam menyusun perencanaan pembangunan ekonomi daerah yang tepat sasaran.”
Sebagai bentuk dukungan, Sekda menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk aktif memfasilitasi sosialisasi dan pendataan di lapangan.
Kepala BPS Pasaman Barat, Dwi Susanti, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi adalah agenda besar sepuluh tahunan. Pendataan SE 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026.
Sensus ini akan mencakup seluruh pelaku usaha non-pertanian, baik skala mikro maupun besar.
“Mulai dari usaha online, usaha rumahan, pertokoan, hingga perusahaan besar di seluruh wilayah Indonesia, khususnya Pasaman Barat, akan kami data,” jelas Dwi Susanti.
Dwi berharap sinergi antara BPS dan pemerintah daerah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Ia juga berharap pelaku usaha memberikan data yang jujur dan akurat demi kemajuan ekonomi nasional.












