Pulau Punjung – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya resmi meluncurkan program One Village One Product (OVOP). Program ini bertujuan mengembangkan produk unggulan lokal agar bisa bersaing di pasar global.
Peluncuran OVOP berlangsung di auditorium kantor bupati pada Senin (19/1).
Ketua Pelaksana kegiatan, Yefrinaldi, menjelaskan bahwa OVOP bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian ekonomi.
Program ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Caranya, dengan memberdayakan Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Dharmasraya.
“Launching OVOP merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi nagari sekaligus menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pangan,” ujar Yefrinaldi.
Sebagai bagian dari acara peluncuran, Pemkab Dharmasraya juga menggelar Bazar Pertanian. Ini sebagai wujud komitmen pemerintah untuk menyediakan pangan murah bagi masyarakat.
Sebanyak 500 paket kebutuhan pangan disediakan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Paket tersebut berisi berbagai komoditas pertanian dan peternakan lokal. Di antaranya bawang merah, kentang, tomat, wortel, kol, sawi, seledri, bawang daun, bunga bawang, cabai merah, dan telur ayam.
Harga satuan komoditas dalam paket ini disubsidi. Contohnya, bawang merah dijual Rp35.000 per kilogram, kentang Rp15.000 per kilogram, dan tomat Rp15.000 per kilogram.
Nilai total satu paket mencapai Rp183.100. Namun, masyarakat hanya perlu membayar Rp164.790 setelah mendapatkan subsidi dari Bank Nagari.
Pembayaran dilakukan melalui sistem virtual OLIN Bank Nagari.
“Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berharap pelaksanaan Bazar Pertanian dalam rangka Launching OVOP dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menekan beban pengeluaran rumah tangga dan menjaga stabilitas harga pangan di daerah.












