Jakarta – Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban melayangkan kritik pedas terhadap Uni Eropa (UE) terkait rencana pemberian bantuan keuangan untuk Ukraina.

Orban memperingatkan, program dukungan senilai US$1,5 triliun berpotensi menjerumuskan 27 negara anggota UE ke dalam jurang utang.

“Ini sama saja melempar bom atom ke dada,” tegas Orban, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (25/1/2026).

Orban mengklaim telah mengantongi dokumen internal UE yang berisi persetujuan bantuan keuangan lanjutan untuk Ukraina.

Menurutnya, Ukraina meminta dana sebesar US$800 miliar dalam 10 tahun ke depan hanya untuk keperluan rekonstruksi.

Kiev juga menginginkan tambahan US$700 miliar untuk anggaran militernya.

Rencana rekonstruksi senilai Rp13.421 triliun tersebut sedianya akan ditandatangani oleh AS, UE, dan Ukraina. Namun, kesepakatan itu terpaksa ditunda.

Orban, yang dikenal sebagai kritikus kebijakan UE terhadap Ukraina, mendesak Brussels untuk bernegosiasi dengan Ukraina terkait pinjaman.

Ia juga menolak mentah-mentah gagasan Ukraina bergabung dengan UE pada 2027. “Kami pun tidak akan mendukungnya sampai 100 tahun ke depan,” tegasnya.

Tahun lalu, Brussels dan sejumlah negara anggota UE mendorong penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk mendanai Ukraina.

Setelah “pinjaman reparasi” diblokir karena risiko hukum, UE beralih ke pinjaman sebesar US$105 miliar.

Namun, Hongaria, Slovakia, dan Republik Ceko memilih untuk tidak ikut serta dalam skema tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *