Ngada – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa kelas IV SD ditemukan meninggal dunia tergantung di pohon cengkeh.
Tragedi ini terjadi pada Kamis (29/1) pekan lalu, di dekat pondok tempat korban tinggal bersama neneknya. Korban diketahui masih berusia 10 tahun.
Polisi menemukan secarik surat tulisan tangan di lokasi kejadian. Diduga, surat itu ditujukan kepada ibu korban.
“Kesimpulan ini berdasarkan hasil pencocokan tulisan dengan beberapa buku tulis yang dimiliki korban,” ujar Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus Pissort, Selasa (3/2).
Surat berbahasa Ngada itu berisi permintaan korban agar ibunya merelakannya pergi. Ia juga meminta agar sang ibu tidak bersedih, mencarinya, atau merindukannya.
Di akhir surat, terdapat gambar emoji wajah menangis.
Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kejadian ini. Kornelis Dopo, salah seorang saksi, mengaku menemukan jasad korban saat hendak mengikat kerbau.
Saksi lainnya, Gregorius Kodo dan Rofina Bera, sempat bertemu korban pada pagi hari. Saat ditanya mengapa tidak sekolah, korban hanya menunduk dan terlihat sedih.
Gregorius Kodo mengungkapkan bahwa keluarga korban tengah menghadapi berbagai kesulitan hidup. Korban sendiri tinggal bersama neneknya karena kondisi tersebut.
Polisi menduga, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena. Namun, permintaan itu tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi.
MGT (47), ibu korban, menuturkan bahwa anaknya sempat menginap di rumahnya sebelum kejadian. Pagi harinya, ia meminta tukang ojek untuk mengantar korban ke pondok neneknya.
Ia juga mengaku sempat menasihati anaknya agar rajin bersekolah.












