Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas oleh pemerintah. Target terbaru, program ini menyasar guru dan pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, program ini telah menjangkau 59,86 juta penerima manfaat.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, MBG menyasar berbagai kalangan, mulai dari balita, anak PAUD, ibu hamil dan menyusui, siswa, hingga tenaga pendidik.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa seluruh tenaga pengajar di sekolah kini menjadi sasaran program.
“Dari segi penerima manfaat makan bergizi, kita sudah bisa melihat penerima manfaatnya yang terbaru 59,86 juta. Jadi di sini guru sudah masuk, tenaga pendidik sudah masuk,” ujarnya.
BGN menargetkan peningkatan signifikan jumlah penerima manfaat MBG tahun ini.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas cakupan program ke sekolah keagamaan, termasuk pondok pesantren.
Saat ini, baru sebagian kecil pesantren yang menerima manfaat MBG, yaitu sekitar 534 ribu penerima manfaat.
“Memang kami masih harus berjuang untuk meningkatkan jumlah pondok pesantren dan sekolah keagamaan lain yang perlu segera dibangun SPPG di awal-awal tahun ini,” jelas Dadan.
BGN juga mencatat adanya 61.857 pemasok bahan makanan untuk menu MBG.
Pemasok tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari koperasi, BUMN, UMKM, hingga Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes) Merah Putih.
“Dan juga sudah ada Koperasi desa Merah Putih yang menjadi supplier SPPG sebanyak 199 dan diharapkan tahun ini kontribusi koperasi desa merah putih akan terus meningkat,” pungkasnya.












