Jakarta – Pemerintah pusat akan mengucurkan dana hibah untuk menunjang operasional Keraton Solo. Keraton yang berstatus Cagar Budaya Nasional ini akan mendapat bantuan untuk berbagai kebutuhan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan, dana hibah tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendasar keraton.
“Mulai dari kebutuhan kebersihan, keamanan, listrik, dan lain-lain,” ujar Fadli di kantornya, Kamis (22/1).
Selain bantuan operasional, Kementerian Kebudayaan juga berencana merevitalisasi aset fisik Keraton Solo.
Fokus perbaikan akan diarahkan pada museum dan bangunan-bangunan bersejarah yang berada di dalam kompleks keraton.
“Kita mau melakukan revitalisasi, baik itu untuk museumnya, kemudian bangunan-bangunannya, dan yang lain-lain,” kata Fadli.
Fadli menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana hibah ini.
Penegasan ini disampaikan seiring dengan penunjukan Panembahan Agung Tedjowulan sebagai penanggung jawab Pelestarian dan Pemanfaatan Keraton Surakarta.
Mekanisme pengelolaan dana hibah harus dilakukan secara transparan dan dapat diaudit.
“Semuanya harus bisa diaudit,” tegasnya.
Dana hibah ini akan disalurkan melalui institusi yang memiliki badan hukum yang jelas.
Terkait dinamika internal keraton dan potensi gugatan dari kubu SISKS Pakubuwono XIV Purbaya, Fadli menyatakan belum ada gugatan yang masuk.
“Kalau misalnya nanti ada gugatan, tentu kita sudah siapkan tim hukum,” pungkas Fadli.












