Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (Divre II Sumbar) terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi para penumpang.
Terutama dalam menyambut momen libur sekolah dan Lebaran Idul Fitri 2026 mendatang.
Salah satu langkah yang diambil adalah mengoptimalkan layanan Lost and Found.
Layanan ini khusus diperuntukkan bagi pelanggan yang kehilangan barang di area stasiun atau di dalam kereta api.
KAI Divre II Sumbar mencatat adanya peningkatan kasus penemuan barang tertinggal.
Pada tahun 2024, tercatat 13 kasus dengan total nilai mencapai sekitar Rp36,65 juta.
Angka ini meningkat menjadi 17 kasus dengan nilai Rp46,15 juta pada tahun 2025.
Kabar baiknya, seluruh barang yang ditemukan tersebut berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.
“Barang yang tertinggal sangat bervariasi, mulai dari tas, perangkat elektronik, dompet, hingga perhiasan,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar.
KAI mengimbau seluruh penumpang untuk selalu waspada dan memeriksa kembali barang bawaan sebelum turun dari kereta.
Jika mengalami kehilangan, penumpang dapat segera melapor ke kondektur, petugas Polsuska, atau melalui Contact Center KAI 121.
Barang temuan akan diumumkan melalui pengeras suara di stasiun.
Jika tidak ada yang mengambil, barang tersebut akan diamankan di pos pengamanan stasiun dan dicatat dalam Database Lost and Found KAI.
Database ini terintegrasi secara daring antar stasiun.
“Melalui sistem yang terintegrasi ini, pelanggan dapat melakukan pelaporan dan pengecekan barang hilang di seluruh wilayah stasiun KAI,” jelasnya.
KAI berharap setiap perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh penumpang.












