Jakarta – Pasar saham Indonesia diprediksi akan kembali bergairah pada awal pekan ini. Optimisme ini didorong oleh respons positif investor asing terhadap agenda reformasi pasar modal yang tengah dilakukan pemerintah.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan keyakinannya tersebut. Ia menyebut komunikasi intensif dengan investor global dalam beberapa hari terakhir membuahkan hasil positif.
“Responsnya mereka juga memahami, mengerti, dan mereka memberikan sinyal yang positif karena beberapa reform yang akan dilakukan,” ujar Rosan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip Minggu (1/2).
Sentimen positif ini diyakini akan menjadi katalis bagi kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Rosan optimistis pasar modal akan rebound dan berjalan dengan baik.
Apresiasi investor asing tertuju pada rencana peningkatan batas minimum free float saham menjadi 15 persen.
Namun, investor global juga memberikan masukan terkait ketentuan keterbukaan kepemilikan saham. Mereka mengusulkan penurunan ambang batas keterbukaan kepemilikan saham di atas 5 persen menjadi 1 persen hingga 2 persen.
Hal ini dinilai agar sesuai dengan praktik yang berlaku di negara lain.
“Mereka bilang kalau bisa itu diturunkan, tidak hanya di batas 5 persen. Di beberapa negara seperti India 1 persen, yang lain 2 persen,” jelasnya.
Usulan ini telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Rosan menilai, peningkatan transparansi kepemilikan saham akan memperkuat pembentukan harga yang wajar di pasar.
“Kalau itu dijalankan, mereka akan semakin confidence dengan pasar kita,” pungkas Rosan.












