Jakarta – Masyarakat urban kini semakin terpikat dengan hiburan imersif berbasis teknologi digital. Tren ini menandai perubahan besar dalam industri rekreasi.

Hiburan imersif menawarkan pengalaman unik dengan menggabungkan realitas virtual dan narasi interaktif. Pengunjung tak lagi sekadar menonton, tapi aktif berinteraksi dan menjelajahi dunia digital yang terasa nyata.

Ruang imersif mencerminkan perubahan pola konsumsi hiburan yang mengutamakan pengalaman personal. Generasi digital mencari rekreasi yang menghadirkan sensasi visual, audio, dan interaksi langsung.

Di Indonesia, wahana serupa mulai bermunculan berkat kolaborasi pengembang pengalaman digital dan perusahaan teknologi kreatif. Salah satunya adalah Portal, yang dikembangkan oleh DF Experiences dan NETASIA.

Portal berlokasi di K Mall Menara Jakarta, menandai transformasi pusat perbelanjaan menjadi ruang hiburan terpadu. Industri ritel pun berupaya menghadirkan destinasi rekreasi yang lebih beragam.

Ruang imersif juga menyatukan seni dan storytelling, memperluas definisi hiburan digital. Pendekatan ini melibatkan emosi pengunjung dalam penyampaian narasi kreatif.

Managing Director DF Experiences, Jacky, mengungkapkan bahwa wahana ini membuka ruang pertukaran budaya dan kreativitas lintas negara.

“Portal bukan sekadar tempat, melainkan platform untuk koneksi, kreativitas, dan pertukaran budaya yang menggabungkan teknologi dengan pengalaman kolektif,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Fenomena ruang imersif berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dengan melibatkan pelaku seni lokal. Produk kerajinan, merchandise, dan kolaborasi kreator menjadi contoh sinergi teknologi hiburan dan karya budaya.

Tren wahana imersif diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya adopsi teknologi realitas virtual dan augmented reality. Industri hiburan akan semakin mengarah pada pengalaman berbasis interaksi di tengah kehidupan urban modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *