Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami guncangan hebat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga 8% dalam dua hari perdagangan berturut-turut, Rabu (28/1) dan Kamis (29/1).
Akibatnya, BEI terpaksa menghentikan sementara perdagangan saham sebanyak dua kali.
Di tengah situasi pasar yang tidak menentu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (30/1).
Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal yang dinilai kurang stabil.
“Saya sebagai direktur utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri,” tegas Iman dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta.
Pada Rabu, IHSG terus merosot tajam sejak awal sesi perdagangan. Pada penutupan sesi pertama, IHSG anjlok 7,34% ke level 8.321.
Data RTI Infokom mencatat, sebanyak 764 saham mengalami penurunan, hanya 30 saham yang naik, dan 10 saham stagnan.
Pukul 13.43 WIB, IHSG semakin terpuruk hingga menyentuh angka 8% di level 8.261. BEI pun mengambil langkah cepat dengan membekukan sementara perdagangan, yang kemudian dibuka kembali pada pukul 14:13:13 WIB.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa tindakan ini diambil karena penurunan IHSG telah mencapai ambang batas 8%.
Kautsar menambahkan, penyebab utama ambruknya IHSG adalah pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu pagi.
“OJK, IDX, dan KSEI akan terus melakukan diskusi dengan MSCI,” ujar Kautsar.
BEI mengklaim telah meningkatkan transparansi dengan menyampaikan pengumuman data free float di situs web resmi BEI.
“Namun jika dirasakan MSCI belum cukup, kami akan terus melakukan diskusi atas transparansi data sesuai proposal MSCI untuk menemukan kesepakatan,” imbuhnya.
MSCI sendiri membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran terkait isu free float dan aksesibilitas pasar.
MSCI menerapkan interim freeze yang berlaku segera, meliputi pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.
“Langkah ini diambil untuk membatasi risiko turnover indeks dan menjaga akses investability,” tulis MSCI dalam keterangan resminya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai kebijakan MSCI ini sebagai momentum evaluasi bagi BEI dan regulator pasar modal. Ia juga mengimbau para investor untuk tidak panik.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menuding keputusan MSCI membekukan sementara rebalancing index di pasar saham RI sebagai penyebab utama anjloknya IHSG.
Purbaya menyebut, MSCI menyoroti sejumlah persoalan di pasar saham Indonesia, mulai dari transparansi hingga rendahnya free float saham, yang memicu aksi jual besar-besaran.
Namun, Purbaya menilai reaksi pasar terhadap laporan tersebut berlebihan. Ia menegaskan bahwa laporan MSCI masih bersifat awal dan memberikan waktu perbaikan hingga Mei 2026.
“Ini saya pikir reaksi yang berlebihan, karena kan ini baru laporan pertama kan. Masih ada waktu eksekusi sampai bulan Mei kan,” kata Purbaya.
Pada hari berikutnya, BEI kembali membekukan sementara perdagangan saham pada pukul 09:26:01 WIB dan membukanya kembali pada pukul 09:56:01 WIB.
“Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga saham gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen,” kata Kautsar dalam keterangan resmi, Kamis (29/1).
Pada Kamis pagi (29/1), IHSG dibuka pada level 8.027 dan kemudian merosot 8 persen ke 7.654.
Sebanyak 658 saham terperosok, 33 saham berpotensi naik, dan 20 emiten stagnan. “Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan IHSG yang mencapai 8 persen,” ujar Kautsar.
Pada Jumat (30/1), Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab atas ambruknya IHSG dalam dua hari terakhir.
Ia berharap keputusannya ini menjadi yang terbaik untuk pasar modal Indonesia. “Semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” ujarnya.
Iman menjelaskan, proses administrasi terkait pengunduran dirinya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.
“Nanti akan ada sementara (pelaksana tugas) yang akan ditunjuk berdasarkan aturan kita sampai ditunjuk definitif direktur utama yang baru,” ujar pria yang menjabat Dirut BEI sejak RUPST 29 Juni 2022 ini.












