Jakarta – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengecam keras kasus dugaan bunuh diri seorang siswa SD di Ngada akibat kesulitan ekonomi. Ia bahkan mengancam akan menuntut Pemerintah Daerah (Pemda) jika kejadian serupa terulang.

“Besok ada lagi model begini saya tuntut orang-orangnya,” tegas Laka Lena, Kamis (5/2).

Laka Lena menyayangkan tragedi yang menimpa BS (10), siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena orang tua tidak mampu membelikan buku sekolah.

“Masa ada warga negara mati karena hal begini,” ujarnya geram.

Ia mempertanyakan efektivitas program pengentasan kemiskinan yang selama ini digelontorkan pemerintah pusat ke NTT. Menurutnya, kejadian ini mencerminkan kegagalan sistem pemerintahan dan pranata sosial dalam melindungi warga rentan.

“Kami punya perangkat PKH, uang mengalir triliunan ke NTT urusan orang miskin masih ada yang mati urusan begini,” kata Laka Lena.

Laka Lena mengaku banyak menteri yang menghubunginya terkait kasus ini. Ia menyebut kematian siswa SD di Ngada menjadi sorotan nasional karena dipicu persoalan kemiskinan.

“Ini alarm untuk pemerintah karena banyak warga daerah yang hidup dengan kondisi serupa,” imbuhnya.

Ia juga mengkritik lambannya respons pemerintah daerah setempat. Bahkan, ia mengaku kesulitan menghubungi pimpinan daerah di Ngada.

“Mati hanya karena miskin. Agak terganggu juga saya. Saya WA pimpinan daerahnya lama juga merespons. Jadi saya minta orang saya sendiri turun cek,” tuturnya.

Laka Lena juga menyentil ketidakhadiran perwakilan pemerintah daerah saat pemakaman korban.

“Pemerintah daerah harus segera mengurus makam anak tersebut. Kirim orang secara resmi dari Pemda Ngada, sebagai pemerintah kami gagal urus warga negara kalau begini. Malu saya sebagai Gubernur! Masa ada warga negara mati hanya gara-gara begini,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang siswa SD ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon cengkeh, Kamis (29/1) lalu. Polisi menemukan surat tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada ibunda korban.

Dari hasil pemeriksaan, korban sempat meminta uang untuk membeli buku dan pena kepada ibunya, namun tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *