Lubuk Sikaping – Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Barat, Muzli M. Nur, menggelar reses di Lubuk Sikaping, Pasaman. Reses ini bertujuan menjaring aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan ekonomi dan kelompok tani.
Reses yang berlangsung dari 2 hingga 9 Februari 2026 ini dihadiri perwakilan kelompok tani (30%) dan masyarakat umum (70%). Wali Nagari Tanjung Beringin dan para Kepala Jorong juga turut hadir.
Muzli M. Nur, yang juga menjabat Pimpinan Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumbar, menyampaikan poin penting terkait kebijakan dan program pemerintah.
“Alhamdulillah, masyarakat dan kelompok tani di Pasaman antusias mengikuti dan mendengarkan penjelasan program yang telah dilaksanakan,” ujar Muzli M. Nur.
Menurutnya, reses ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan aspirasi dan memperoleh masukan tentang kebutuhan masyarakat.
Muzli M. Nur mengingatkan batas waktu pengajuan usulan adalah bulan Maret 2026. Usulan yang diajukan setelah bulan tersebut tidak akan diproses.
“Ada beberapa masukan yang ditampung dari kelompok tani, dan kami meminta agar pengusulannya dipercepat,” katanya.
Muzli M. Nur menekankan bahwa prioritas masyarakat saat ini adalah masalah ekonomi. Hal ini harus menjadi perhatian utama anggota DPRD Sumbar.
“Tidak bisa hanya retorika saja. Kalau tidak peduli dengan masyarakat, untuk apa jadi anggota dewan? Usulan yang disampaikan hari ini akan kami masukkan untuk direalisasikan pada tahun 2027,” janjinya.
Ia juga mengkritik keterlambatan kehadiran masyarakat pada acara tersebut.
Muzli M. Nur menegaskan pihaknya akan terus memberikan bantuan kepada kelompok tani, terutama yang beranggotakan minimal 30 orang dan aktif secara bersama.
“Kita terus membina kelompok tani. Apa yang menjadi kebutuhan mereka jangan sampai terputus. Hari ini saya tanya, mereka butuh apa untuk pasca produksi panen, mungkin becak motor (Bentor). Usulan ini akan kita masukkan,” pungkasnya.












