Jakarta – Pemerintah didesak untuk segera mempercepat pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat. Desakan ini muncul karena banyak sekolah yang sudah kelebihan kapasitas.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menyoroti kondisi Sekolah Rakyat di Sentra dan Balai Kementerian Sosial. Menurutnya, sekolah-sekolah tersebut sudah tidak mampu lagi menampung siswa baru.
“Yang kami kunjungi di sekolah rakyat, khususnya di sentra-sentra itu sudah over capacity. Artinya, tidak memungkinkan lagi pada tahun ajar baru dia menerima murid,” kata Abidin dalam keterangan tertulis, Rabu (28/1).
Abidin khawatir, jika tidak ada penambahan ruang kelas, maka pada tahun ajaran 2026 tidak akan ada penerimaan siswa baru.
“Kalau tidak ada akselerasi pembentukan sekolah rakyat di kabupaten-kabupaten yang itu kewenangan di Kementerian PU, itu nanti tahun depan dia naik kelas 2, nggak ada lagi kelas satunya. Tolong dipikirkan itu agar ini nggak stuck,” ujarnya.
Politikus PDIP ini juga menekankan pentingnya pemetaan yang jelas antara sekolah yang ada di sentra dan yang bekerja sama. Hal ini untuk memastikan kapasitas sekolah cukup untuk menampung siswa baru.
Ia mencontohkan, sekolah rakyat yang bekerja sama, seperti di Bekasi dengan Pangudi Luhur, sudah memiliki skema penerimaan siswa baru.
Namun, sekolah yang berada di sentra seringkali sudah penuh, sehingga tahun depan tidak bisa menambah siswa kelas 1.
“Tahun ajaran (baru) kan bulan Juli. Jadi yang di sentra itu kelas 1 SMA akan naik menjadi kelas 2. Begitu juga yang SMP akan naik kelas 2. Kalau sekolah rakyat di sentra-sentra itu tidak bisa menampung, berarti tidak akan ada penerimaan siswa baru, ini yang harus dipikirkan,” pungkasnya.












