Padang Pariaman – Kabar gembira bagi warga Sumatera Barat yang terdampak bencana! Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memastikan lahan siap untuk pembangunan 750 unit hunian sementara (huntara).

Huntara ini akan dibangun di tujuh lokasi berbeda yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara, Rohan Hafas, menegaskan komitmennya. Danantara bersama BUMN akan membangun total 15 ribu unit huntara di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Saat ini, fokusnya bukan pada target, tetapi menyesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. Permintaan yang terverifikasi saat ini mencapai 1.275 unit,” ujar Rohan saat meninjau pembangunan huntara di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (22/1/2026).

Rohan menjelaskan, pembebasan lahan di Sumatera Barat telah rampung. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bahkan mengajukan penambahan unit huntara dari 250 menjadi 750 unit.

“Di Batang Anai, 40 unit huntara sudah selesai dan siap ditempati. Lahan di Sumbar sudah clear, sehingga konstruksi bisa berjalan cepat,” jelasnya.

Pembangunan 40 unit huntara di Batang Anai hanya memakan waktu delapan hari. Langkah ini diambil agar warga segera dapat keluar dari pengungsian.

Danantara terus menyempurnakan desain huntara sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk meninggikan plafon.

Huntara ini juga dilengkapi fasilitas lengkap, seperti air bersih, sanitasi, listrik 900 watt, layanan kesehatan, taman bermain, hingga internet gratis. Beberapa lokasi bahkan memiliki dapur umum, balai warga, ruang cuci, dan lapangan olahraga.

Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengapresiasi fasilitas tersebut. Ia menilai huntara layak dan nyaman bagi para pengungsi.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz, memperkirakan kerugian akibat bencana mencapai Rp5 triliun. Untuk pemulihan awal, dibutuhkan sekitar Rp3,4 triliun.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Rusaimy, mengusulkan agar huntara berkualitas ini dapat dikonversi menjadi hunian tetap.

“Fasilitasnya sangat memadai. Akan lebih bermanfaat jika bangunan ini dipermanenkan,” kata Vasko.

Danantara berharap percepatan pembangunan huntara ini dapat mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *