Lubuk Sikaping – Bupati Pasaman, Welly Suhery, berang. Ia memberikan teguran keras kepada sejumlah wali nagari yang kedapatan absen dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Nagari se-Kabupaten Pasaman Tahun 2026.

Teguran itu dilontarkan langsung saat rapat di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman, Kamis (22/1/2026).

Welly meminta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM), Teddy Marta, untuk mencatat nama-nama wali nagari yang mangkir.

“Wali nagari yang tidak hadir itu perlu diberikan teguran keras. Tolong nanti diminta absennya dan laporkan kepada saya,” tegas Welly.

Menurut Welly, pemerintahan nagari adalah ujung tombak pembangunan di Kabupaten Pasaman.

Ia menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan nagari yang baik, terutama dalam pengelolaan keuangan.

“Pengelolaan keuangan nagari wajib transparan dan akuntabel. APB Nagari harus disusun tepat waktu dan berkualitas. Disiplin administrasi adalah pondasi kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan agar program-program wali nagari selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pasaman.

Welly juga meminta dukungan penuh terhadap 10 program unggulan daerah.

“Semua pemerintah nagari wajib mendukung agar program ini berhasil. Hilangkan ego sektoral,” kata Welly.

Teddy Marta menambahkan, rapat koordinasi ini menjadi wadah strategis untuk membahas berbagai persoalan nagari.

“Melalui Rakor ini kita membahas seluruh persoalan yang ada di nagari, sekaligus menyamakan langkah agar pembangunan berjalan selaras dari nagari hingga kabupaten,” pungkasnya. Pembahasan meliputi administrasi pemerintahan, keuangan, hingga sinkronisasi program pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *