Tangerang – Ratusan warga di Kabupaten Tangerang, Banten, masih terisolasi akibat banjir yang melanda sejak Rabu (21/1). Hingga Sabtu (24/1), mereka belum bisa dievakuasi.

Banjir memutus akses ke Kampung Parung Ceuri dan Kampung Lebak Gedong, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti.

Camat Jayanti, Yandri Permana, menyebutkan sekitar 250 jiwa dari 88 kepala keluarga terisolir.

“Ada sekitar 88 Keluarga atau 250 jiwa yang terisolir,” kata Yandri, Sabtu (24/1).

Dua kampung yang terisolasi itu merupakan bagian dari 9 titik banjir yang tersebar di empat desa.

Desa-desa tersebut adalah Jayanti, Pasir Gintung, Cikande, dan Pasir Muncang.

Ketinggian air bervariasi antara 70 sentimeter hingga 5 meter.

“Hari ini ada kenaikan debit air dari sungai Cidurian,” jelas Yandri.

Proses evakuasi terkendala kurangnya peralatan, terutama perahu bermesin.

Arus Sungai Cidurian yang deras membuat petugas kesulitan melakukan penyelamatan dengan perahu dayung.

“Arus sungai sangat deras. Kalau menggunakan perahu karet yang didayung, evakuasi tidak memungkinkan,” ujarnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI untuk meminta bantuan sarana evakuasi yang memadai.

“Kami sudah berkoordinasi dengan TNI agar dapat mengirimkan perahu bermesin,” pungkasnya.

Banjir di Kecamatan Jayanti meluas akibat meningkatnya debit air Sungai Cidurian.

Saat ini, banjir merendam 11 kampung di empat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *