Serang – Banjir masih merendam Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten hingga hari ini, Kamis (4/2). Bencana ini telah berlangsung selama 23 hari, melumpuhkan aktivitas warga setempat.

Warga Kampung Kuranji kini kesulitan beraktivitas akibat banjir yang tak kunjung surut. Akses jalan tertutup lumpur dan air, menghambat warga untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ahmad Hilmi (50), seorang warga, mengungkapkan curah hujan tinggi memperparah kondisi banjir. Debit air di permukiman kembali naik.

“Sudah hampir sebulan, tepatnya 23 hari air menggenang. Aktivitas kami lumpuh, mau keluar kampung susah karena jalan terendam,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga mulai kelelahan fisik dan mental akibat lamanya banjir. Bantuan logistik juga semakin menipis.

Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan Kecamatan Binuang menjadi salah satu wilayah yang masih terendam banjir, selain Carenang, Tanara, dan Kibin.

BPBD mencatat kenaikan tinggi muka air (TMA) di Kampung Kuranji antara 5 hingga 50 sentimeter. Akibatnya, 29 KK atau 149 jiwa warga masih mengungsi.

BPBD Kabupaten Serang telah mengirimkan alat penyedot air (alkon) untuk mempercepat pengurangan debit air. Pemkab Serang juga telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana.

Saat ini, kebutuhan mendesak warga meliputi makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, serta perlengkapan kebersihan untuk menangani sisa lumpur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *