Tangerang – Ratusan hektare sawah di Kabupaten Tangerang terendam banjir. Data terbaru menunjukkan, 804 hektare sawah terdampak dan puluhan hektare mengalami gagal panen.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat banjir ini terjadi sejak Desember 2025 hingga Januari 2026.
Kepala Bidang Produksi Pangan dan Hortikultura DPKP Kabupaten Tangerang, Bambang, mengungkapkan data per 19 Januari 2026.
“Terdapat 804 hektare sawah di Kabupaten Tangerang yang terdampak banjir,” ujarnya, Selasa (20/1).
Bambang menjelaskan, area persawahan yang terdampak tersebar di 39 desa di 15 kecamatan.
Sawah yang terendam umumnya ditanami padi varietas inpari, ciherang, dan mekongga.
“Yang paling banyak terdampak itu di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka. Di sana ada 107 hektare sawah varietas inpari dan ciherang yang terdampak,” jelasnya.
Dari total 804 hektare sawah yang terdampak banjir, sekitar 29 hektare mengalami puso atau gagal panen.
“Dari insiden banjir itu, 29 hektare sawah yang ada di Kabupaten Tangerang mengalami puso,” pungkas Bambang.












