Aceh – Kabar baik untuk dunia pendidikan di Aceh dan Sumatra! Pemerintah menargetkan revitalisasi sekolah-sekolah yang rusak akibat bencana rampung sebelum tahun ajaran baru 2026/2027.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Medikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, prioritas utama adalah sekolah dengan kerusakan ringan dan sedang.
“Yang rusak ringan dan sedang sudah bisa selesai sebelum tahun ajaran baru 2026/2027,” ujar Abdul Mu’ti saat meninjau sekolah di Aceh Tengah, Kamis (29/1).
Bagaimana dengan sekolah yang kerusakannya parah?
Abdul Mu’ti menjelaskan, sekolah yang mengalami kerusakan berat dan memerlukan relokasi akan diselesaikan tahun ini.
“Kalau yang harus relokasi di tempat baru, memang harus membangun yang baru dalam jumlah besar biasanya bisa lebih dari setengah tahun,” imbuhnya.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,4 triliun untuk merevitalisasi sekolah-sekolah di tiga provinsi terdampak.
Dana ini masuk dalam anggaran revitalisasi pendidikan tahun 2026 dan diprioritaskan untuk daerah yang terdampak banjir dan longsor.
“Keseluruhan di 3 provinsi (Aceh, Sumut dan Sumbar) Rp 2,4 T. Dananya sudah ada,” tegas Abdul Mu’ti.
Percepatan rehabilitasi akan dilakukan melalui dua skema.
Untuk ruang kelas darurat, kementerian akan bekerja sama dengan dinas pendidikan dan organisasi masyarakat.
Sementara itu, pembangunan unit sekolah baru dan rehabilitasi bangunan akan dilakukan melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Darat.
“Kami sudah memiliki MoU dengan Kepala Staf Angkatan Darat untuk pembangunan unit-unit sekolah baru. Setelah dari Aceh ini, MoU tersebut akan segera ditangani,” jelasnya.
Selain revitalisasi, sekolah yang mengalami kerusakan fasilitas juga akan menerima voucher sebesar Rp 20 juta untuk biaya peralatan sekolah sementara.
Tak hanya itu, bantuan starlink juga akan diberikan kepada sekolah yang sulit diakses internet.












